RIAU - Warga Pekanbaru kini semakin mudah mengubah sampah non-organik menjadi uang melalui jaringan Waste Station digital dan berbagai bank sampah yang tersebar di sejumlah titik strategis kota.
Program ini merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kota Pekanbaru dengan Rekosistem dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dan teknologi digital.
Melalui Waste Station digital, masyarakat dapat menyetorkan berbagai jenis sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, kertas, kaleng, barang elektronik bekas hingga minyak jelantah. Sampah yang disetorkan akan dikonversi menjadi saldo elektronik yang dapat dicairkan menjadi uang melalui aplikasi.
Program ini menjadi salah satu inovasi pengelolaan sampah modern pertama di Sumatra yang memungkinkan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi sekaligus membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Titik Waste Station Digital di Pekanbaru
Beberapa lokasi Waste Station digital yang saat ini dapat dimanfaatkan masyarakat antara lain:
• RTH Tunjuk Ajar Integritas, Jalan Ir. H. Juanda.
• RTH Putri Kaca Mayang.
• Kawasan Wisata Alam Mayang.
• Stadion Utama Riau.
• Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru.
• Taman MPP.
• TRC Pekanbaru AMAN 112.
Lokasi-lokasi tersebut berfungsi sebagai titik pengumpulan sampah anorganik yang terintegrasi dengan sistem digital Rekosistem.
Bank Sampah Aktif dan Terpercaya
Selain Waste Station digital, masyarakat juga dapat memanfaatkan sejumlah bank sampah yang telah aktif beroperasi di Pekanbaru, di antaranya
Bank Sampah Tuan Di Bangarna (TDB) di Jalan Bakti No. 25 D, Tengkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai. Bank sampah ini melayani penjemputan sampah plastik, logam, dan kertas secara online.
Bank Sampah Induk Hijau Lestari Terus di Jalan Rawamangun No. 04, Tengkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya.
Bank sampah ini merupakan unit induk resmi binaan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru.
Bank Sampah The Gade (Clean & Gold)
di kawasan Tuah Karya, Kecamatan Tampan. Program ini memungkinkan sampah ditukar menjadi tabungan emas melalui kerja sama dengan PT Pegadaian.
Bank Sampah Berkah Madani di Jalan Pala RW 04, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya.
Bank Sampah Unilak
di kawasan Lapangan Softball Universitas Lancang Kuning, Umban Sari, Kecamatan Rumbai, yang juga aktif dalam edukasi lingkungan, pembuatan kompos, dan daur ulang.
Bank Sampah Limbungan di Jalan Limbungan Gang Luhur, Perumahan Permata Limbungan, Rumbai Pesisir.
Bank Sampah Mitra Karya di Jalan Pemuda No. 79, Kecamatan Payung Sekaki.
Cara Menukar Sampah Menjadi Uang
Masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan digital dapat mengikuti langkah berikut
1. Pilah sampah berdasarkan jenisnya seperti plastik, kardus, kertas, kaca, elektronik bekas, atau minyak jelantah.
2. Unduh aplikasi Rekosistem melalui Google Play Store atau App Store.
3. Pilih lokasi Waste Station terdekat melalui aplikasi.
4. Masukkan estimasi jumlah sampah yang akan disetor untuk memperoleh kode QR.
5. Datangi lokasi yang dipilih dan serahkan sampah kepada petugas.
6. Saldo elektronik atau Rekopoin akan masuk ke akun pengguna dan dapat dicairkan menjadi uang digital.
Dengan hadirnya Waste Station digital dan jaringan bank sampah yang semakin luas, masyarakat Pekanbaru kini memiliki alternatif praktis untuk mengelola sampah rumah tangga sekaligus mendapatkan nilai ekonomi dari barang-barang yang sebelumnya dianggap tidak berguna.
Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya daur ulang dan menjaga kebersihan lingkungan kota.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan