RIAU - Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Riau yang dikenal luas dengan julukan "Kota Jalur", berkat tradisi budaya Festival Pacu Jalur yang menjadi ikon wisata sekaligus warisan budaya masyarakat di daerah tersebut.
Kabupaten yang beribu kota di Teluk Kuantan ini berjarak sekitar 160 kilometer dari Kota Pekanbaru. Secara geografis, Kuansing berada di antara 0°00'–1°00' Lintang Selatan dan 101°02'–101°55' Bujur Timur.
Wilayah Kuansing berbatasan dengan Kabupaten Kampar dan Kabupaten Pelalawan di sebelah utara, Provinsi Jambi di sebelah selatan, Provinsi Sumatera Barat di sebelah barat, serta Kabupaten Indragiri Hulu di sebelah timur.
Baca juga: Suhardiman Ditahan KPK, Mukhlisin Resmi Pegang Kendali Pemerintahan Kuansing
Dua sungai besar, yakni Sungai Kuantan dan Sungai Singingi, membelah wilayah kabupaten ini dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.
Kabupaten Kuantan Singingi resmi berdiri pada 12 Oktober 1999 sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Indragiri Hulu berdasarkan Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999.
Saat ini, Kuansing memiliki 15 kecamatan, yaitu Kuantan Mudik, Kuantan Tengah, Kuantan Hilir, Singingi, Singingi Hilir, Benai, Gunung Toar, Hulu Kuantan, Inuman, Logas Tanah Darat, Pangean, Cerenti, Sentajo Raya, Kuantan Hilir Seberang, dan Pucuk Rantau.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Kabupaten Kuantan Singingi mencapai 365.989 jiwa.
Baca juga: KPK Resmi Tetapkan Bupati Kuansing Suhardiman Amby Dan Sekda Zulkarnain Sebagai Tersangka
Mayoritas penduduk berasal dari Suku Minangkabau atau masyarakat Rantau Kuantan, disusul Suku Melayu, serta masyarakat Suku Jawa yang banyak menetap di kawasan transmigrasi dan perkebunan kelapa sawit.
Selain kaya akan budaya, Kuansing juga memiliki lambang daerah yang sarat makna. Warna hijau melambangkan kesuburan tanah, kuning melambangkan kejayaan dan kesejahteraan, merah melambangkan keberanian, putih melambangkan kesucian, hitam melambangkan keteguhan adat, sedangkan biru melambangkan kreativitas dan wawasan luas.
Kabupaten ini juga mengusung motto "Basatu Nogori Maju", yang berarti bersatu untuk memajukan negeri.
Di sektor pemerintahan, Kabupaten Kuantan Singingi saat ini dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Mukhlisin. Ia menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Plt Bupati dari Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, setelah Bupati definitif sebelumnya, Suhardiman Amby, dinonaktifkan menyusul penetapannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Penunjukan Mukhlisin sebagai Plt Bupati dilakukan untuk memastikan roda pemerintahan, pelayanan publik, serta pembangunan di Kabupaten Kuantan Singingi tetap berjalan normal hingga adanya keputusan lebih lanjut sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Sebagai daerah yang memiliki kekayaan budaya, potensi perkebunan, serta sumber daya alam yang melimpah, Kabupaten Kuantan Singingi terus menjadi salah satu daerah strategis di Provinsi Riau, baik dari sisi ekonomi, pariwisata, maupun pelestarian budaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan