Rabu, 22 JULI 2026 • 11:51 WIB

Rekam Jejak Suhardiman Amby, Bupati Kuansing Dua Periode yang Kini Jadi Tahanan KPK

Author

Bupati Kuansing Suhardiman Amby dan Sekda Kuansing Zulkarnain Kabur saat di OTT KPK (Ramadhan Kurniawan 

RIAU - Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, dipimpin oleh Dr. H. Suhardiman Amby, M.M. sebagai Bupati untuk periode 2025–2030.

Politikus yang sebelumnya dikenal sebagai akademisi ini memiliki perjalanan karier yang panjang di dunia pemerintahan, mulai dari anggota legislatif, wakil bupati, hingga akhirnya memimpin daerah berjuluk Kota Pacu Jalur.

Baca juga: Mengenal Pacu Jalur, Tradisi Balap Perahu Warisan Budaya Riau yang Mendunia dan Selalu Memikat Ribuan Penonton

Selama menjabat, Suhardiman Amby mengusung sejumlah program prioritas yang berfokus pada pelayanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, serta pengembangan sektor pariwisata budaya.

Namun, di tengah masa kepemimpinannya, ia juga menghadapi persoalan hukum yang menjadi perhatian publik.

Berawal dari Dunia Akademik

Suhardiman Amby lahir di Pulau Panjang Hilir pada 16 Juli 1969. Sebelum aktif di dunia politik, ia lebih dahulu dikenal sebagai seorang akademisi. 

Latar belakang pendidikan yang ditempuh hingga meraih gelar Doktor menjadi bekal dalam membangun karier di pemerintahan.

Baca juga: Usai Bupati dan Sekda Tersandung Kasus KPK, Begini Profil Kabupaten Kuantan Singingi

Pengalaman di bidang akademik membuatnya dikenal memiliki perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia, terutama di sektor pendidikan.

Hal tersebut kemudian tercermin dalam sejumlah kebijakan yang dijalankannya ketika memimpin Kabupaten Kuantan Singingi.

Meniti Karier Politik dari DPRD Riau

Karier politik Suhardiman dimulai saat dipercaya menjadi Anggota DPRD Provinsi Riau. Pengalaman sebagai legislator memberikan pemahaman mengenai penyusunan kebijakan daerah dan pengawasan jalannya pemerintahan.

Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kuantan Singingi 2020, Suhardiman Amby maju sebagai calon Wakil Bupati berpasangan dengan Andi Putra. 

Pasangan tersebut berhasil memenangkan kontestasi politik dan memimpin Kabupaten Kuantan Singingi.

Dalam perjalanan pemerintahan, Suhardiman kemudian dipercaya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi. Selanjutnya, pada Juli 2023, ia resmi dilantik sebagai Bupati Kuantan Singingi definitif untuk melanjutkan roda pemerintahan.

Kepercayaan masyarakat kembali diperolehnya pada Pilkada 2024. Setelah memenangkan pemilihan, Suhardiman dilantik sebagai Bupati Kuantan Singingi periode 2025–2030 oleh Presiden Republik Indonesia pada 20 Februari 2025.

Fokus pada Pelayanan Kesehatan dan Infrastruktur

Selama memimpin Kuansing, Suhardiman Amby menetapkan sejumlah program unggulan yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah penerapan Universal Health Coverage (UHC) atau jaminan kesehatan bagi masyarakat. Melalui program tersebut, pemerintah daerah berupaya memperluas akses layanan kesehatan sehingga masyarakat dapat memperoleh pengobatan dengan lebih mudah sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain sektor kesehatan, pembangunan infrastruktur juga menjadi prioritas. Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi terus melakukan pembangunan dan perbaikan jalan di berbagai wilayah guna meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Perbaikan infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, maupun sektor usaha lainnya yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Mendorong Pendidikan dan Pariwisata Daerah

Di bidang pendidikan, Suhardiman Amby juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa.

Program tersebut bertujuan membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda Kuantan Singingi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Sementara itu, sektor pariwisata budaya menjadi salah satu fokus pengembangan pemerintah daerah. Salah satu ikon yang terus dipromosikan adalah Festival Pacu Jalur, tradisi perlombaan perahu panjang yang telah menjadi identitas masyarakat Kuantan Singingi selama ratusan tahun.

Melalui berbagai agenda budaya, pemerintah berharap dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat ekonomi kreatif dan pelaku usaha lokal.

Menghadapi Tantangan dalam Kepemimpinan

Di balik berbagai program pembangunan, perjalanan kepemimpinan Suhardiman Amby juga diwarnai tantangan.

Pada pertengahan 2026, namanya menjadi perhatian publik setelah berhadapan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan kasus suap.

Perkembangan tersebut menjadi salah satu isu yang menyita perhatian masyarakat karena terjadi saat dirinya masih menjabat sebagai kepala daerah.

Meski demikian, proses hukum masih berjalan. Sesuai dengan prinsip asas praduga tak bersalah, setiap orang yang menjalani proses hukum tetap dianggap tidak bersalah sampai terdapat putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU