RIAU - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat persentase penduduk miskin di Provinsi Riau mencapai 6,30 persen atau setara dengan 475,57 ribu jiwa. Data tersebut menunjukkan masih adanya tantangan dalam upaya menekan angka kemiskinan, terutama di wilayah perdesaan.
Berdasarkan data resmi BPS Provinsi Riau, tingkat kemiskinan di wilayah perdesaan tercatat lebih tinggi dibandingkan kawasan perkotaan. Persentase penduduk miskin di desa mencapai 6,76 persen, sedangkan di perkotaan berada di angka 5,61 persen.
Kenaikan jumlah penduduk miskin pada periode terakhir terutama dipengaruhi meningkatnya angka kemiskinan di wilayah perdesaan. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian.
Garis Kemiskinan di Riau Capai Rp747 Ribu per Kapita
BPS mencatat rata-rata garis kemiskinan di Provinsi Riau sebesar Rp747.345 per kapita per bulan. Nilai tersebut menjadi acuan untuk menentukan apakah seseorang tergolong miskin berdasarkan kemampuan memenuhi kebutuhan dasar makanan maupun nonmakanan.
Komponen pengeluaran untuk kebutuhan makanan masih menjadi penyumbang terbesar dalam pembentukan garis kemiskinan. Beras dan berbagai kebutuhan pokok lainnya mendominasi pengeluaran rumah tangga masyarakat berpenghasilan rendah.
Infrastruktur dan Pendapatan Jadi Tantangan di Perdesaan
Tingginya angka kemiskinan di wilayah perdesaan dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya adalah keterbatasan infrastruktur dan aksesibilitas di beberapa daerah pedesaan maupun kawasan lahan marjinal yang masih menghambat pemerataan hasil pembangunan.
Selain itu, fluktuasi harga komoditas perkebunan rakyat juga berdampak pada pendapatan masyarakat. Ketergantungan terhadap sektor perkebunan membuat daya beli masyarakat mudah terpengaruh ketika harga komoditas mengalami penurunan.
Keterbatasan kesempatan kerja yang bersifat tetap juga menjadi faktor lain yang memengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah di wilayah perdesaan.
Komoditas Pangan Masih Dominasi Pengeluaran Warga
BPS menilai kebutuhan pangan masih menjadi komponen terbesar dalam pengeluaran rumah tangga miskin. Kenaikan harga beras maupun bahan pokok lainnya berpotensi meningkatkan beban pengeluaran masyarakat, sehingga berpengaruh terhadap jumlah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan.
Data ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran, khususnya dalam memperkuat ekonomi masyarakat desa, meningkatkan infrastruktur, membuka lapangan kerja, serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok guna menekan angka kemiskinan di Provinsi Riau.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan