RIAU - Lima pertanyaan krusial yang diajukan Redaksi Riau.indozone.id kepada Direktur PDAM Tirta Terubuk Abel IQbal terkait krisis air yang telah berlangsung bertahun-tahun di Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, tak mendapat jawaban.
Direktur PDAM memilih bungkam dan enggan memberikan klarifikasi, meskipun keluhan masyarakat semakin memuncak di tengah musim kemarau yang melanda wilayah Duri, Rabu,(23/07/2025).
Diketahui, layanan air bersih PDAM UPT Tirta Terubuk Cabang Duri sudah lama mati, khususnya di Kelurahan Talang Mandi, Kecamatan Mandau.
Baca juga: Air Mati Bertahun, PDAM Duri Hanya Jual Janji dan Derita
Warga di wilayah Talang Mandi sudah bertahun-tahun tidak merasakan aliran air yang layak dari PDAM.
Mereka pun terpaksa membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci, hingga memasak.
"Sudah lama air PDAM di rumah kami mati total. Tidak pernah hidup. Kalau tidak beli air tangki atau galon, kami tidak bisa hidup. PDAM cuma ada tagihan, airnya tidak ada," ujar salah seorang warga Talang Mandi.
Kondisi ini tidak hanya terjadi di Talang Mandi. Warga Duri Timur, termasuk di beberapa titik padat penduduk seperti Jalan Jawa dan Jalan Gaya Baru, juga mengalami hal serupa.
Air PDAM tidak mengalir, sementara kebutuhan akan air bersih semakin meningkat di tengah suhu panas dan kemarau panjang yang melanda Riau.
Lebih mengkhawatirkan, selama ini PDAM Tirta Terubuk Cabang Duri tidak memiliki sumber bahan baku air sendiri.
Baca juga: Pengorbanan Prajurit di Tengah Amukan Karhutla Riau 2016
Mereka sepenuhnya bergantung kepada pasokan air dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Air tersebut kemudian dikelola dan dijual kembali kepada masyarakat. Ketergantungan ini menimbulkan pertanyaan besar, mengapa hingga kini PDAM belum juga memiliki sumber air mandiri?
Ironisnya, meski distribusi air tidak berjalan dengan baik dan masyarakat harus membeli air dari luar, PDAM Tirta Terubuk tidak memberikan subsidi apapun kepada warga terdampak.
Tidak ada keringanan biaya, tidak ada kompensasi, bahkan tidak ada transparansi mengenai penyebab utama gangguan air yang terus berlarut-larut ini.
Publik menilai, sikap bungkam Direktur PDAM justru memperburuk citra pelayanan pemerintah dalam memenuhi hak dasar masyarakat atas air bersih
Baca juga: BMKG Pastikan: Asap Karhutla Riau Tak Lagi Lintasi Batas Negara
.
Salah seorang masyarakat bahkan mendesak Pemkab Bengkalis dan DPRD untuk segera turun tangan dan mengevaluasi kinerja manajemen PDAM Tirta Terubuk Kabupaten Bengkalis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan