Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 14 SEPTEMBER 2025 • 19:28 WIB

Gubernur Wahid Kukuhkan Istana Rokan Sebagai Rumah Budaya dan Benteng Marwah Melayu

Gubernur Wahid Kukuhkan Istana Rokan Sebagai Rumah Budaya dan Benteng Marwah MelayuGubernur Riau Abdul Wahid pidato di Istana Rokan

RAU - Langit Rokan Hulu seakan ikut mengukir sejarah pada Sabtu (13/9/2025). Di tengah hamparan hijau, Gubernur Riau, Abdul Wahid, hadir untuk meresmikan kembali Istana Kerajaan Rokan dalam sebuah acara khidmat yang dipenuhi makna, Majelis Gelar Adat dan Kenduri Budaya.

Kehadirannya tidak hanya sebagai tamu kehormatan, melainkan sebagai saksi hidup atas keteguhan marwah Melayu yang tetap lestari. Dalam sambutannya yang penuh haru, Gubernur Wahid berterima kasih atas undangan yang diberikan, sembari menegaskan bahwa istana ini bukanlah sekadar bangunan, melainkan simbol peradaban yang hidup. 

"Istana ini merupakan simbol sejarah yang memperlihatkan betapa kuatnya adat dan budaya Melayu di tanah Rokan Hulu," ucapnya. 

Ia menggambarkan istana ini sebagai sebuah pustaka budaya yang menyimpan jejak peradaban dan identitas lokal yang tak lekang oleh waktu.

Baca juga: Abdul Wahid Pastikan Jembatan Sungai Rokan Segera Bisa Dilintasi Kendaraan Ringan

Lebih dari itu, Gubernur Wahid menyebut Kerajaan Rokan sebagai bukti nyata bahwa Negeri Seribu Suluk ini dibangun atas fondasi yang kokoh, yakni adat dan syiar Islam. Menurutnya, keduanya tak bisa dipisahkan, saling menguatkan dalam membentuk karakter masyarakat.

"Masyarakatnya menjunjung tinggi adat istiadat dan menjadikan agama sebagai pilar yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari," tegas Wahid.

Wahid juga mengangkat kisah heroik Rokan Hulu dalam perjuangan kemerdekaan. Ia mengenang Tuanku Tambusai, pahlawan nasional dari daerah ini yang gigih melawan penjajah. Sebagai bentuk penghormatan, nama beliau diabadikan pada nama Pangdam yang baru diresmikan, mengukuhkan kembali jasa-jasa beliau dalam ingatan kolektif bangsa.

Sebagai upaya untuk menghidupkan kembali roh peradaban, Gubernur Wahid mengungkapkan rencana strategis Pemerintah Provinsi Riau. Kawasan Istana Rokan akan dijadikan bagian dari pengembangan destinasi wisata budaya yang saling terhubung. Tujuannya adalah untuk mengintegrasikan warisan lokal menjadi sebuah paket wisata sejarah yang utuh.

Baca juga: Warung Remang-Remang Merajalela di Bengkalis

Rencana ini tidak berhenti di Rokan Hulu. Wahid juga mengungkapkan ambisi besar lainnya, yakni revitalisasi Candi Muara Takus pada tahun 2026. Program ini dirancang untuk menciptakan jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini, membangkitkan kembali kebanggaan akan warisan budaya Riau di mata dunia.

Namun, Wahid menekankan, pelestarian budaya tak bisa berjalan tanpa pelestarian alam. Ia mengingatkan bahwa budaya dan lingkungan adalah dua sisi dari mata uang yang sama. “Jika sungai, hutan, dan tanah adat kita rusak, maka hilang pula warisan budaya kita. Itulah sebabnya pelestarian alam harus berjalan seiring dengan pelestarian adat,” ujarnya.

Dalam momen penganugerahan gelar adat, Gubernur memberikan penghargaan kepada para tokoh yang dianggap layak. Ia berpesan, gelar bukanlah untuk meninggikan derajat seseorang, melainkan sebuah amanah untuk menjaga nilai-nilai luhur dan menjadi teladan.

"Kata orang tua-tua, gelar bukan untuk bermegah, tapi untuk menjaga marwah," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Gubernur Wahid Kukuhkan Istana Rokan Sebagai Rumah Budaya dan Benteng Marwah Melayu

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!