Jemaah Umroh. FOTO : Antara / Fauzan (Ramadhan Kurniawan putra)
RIAU - Situasi jamaah umroh Indonesia memasuki masa waspada tinggi menyusul eskalasi konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran yang memanas dalam 24 jam terakhir.
Pemerintah Indonesia mengambil langkah antisipatif guna memastikan keselamatan ribuan warga negara yang hendak berangkat maupun yang saat ini berada di Tanah Suci, Minggu (29/02/2026).
Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah secara resmi mengimbau calon jamaah untuk menunda keberangkatan umroh sementara waktu.
Kebijakan ini dikeluarkan sebagai langkah pencegahan di tengah ketidakpastian situasi keamanan kawasan Timur Tengah. Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada jamaah yang dijadwalkan berangkat dalam beberapa hari ke depan, sambil menunggu perkembangan situasi dan kepastian operasional penerbangan internasional.
Dampak konflik mulai terasa pada sektor transportasi udara. Sejumlah penerbangan internasional mengalami pembatalan dan penundaan akibat penutupan wilayah udara di beberapa negara Timur Tengah.
Negara yang menutup sementara ruang udara mereka antara lain Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Irak, dan Suriah. Penutupan ini berdampak pada rute penerbangan menuju dan dari Arab Saudi. Di Bali, sedikitnya lima penerbangan internasional dengan ribuan penumpang dilaporkan batal berangkat pada Minggu (1/3).
Secara nasional, sekitar 58.873 jamaah asal Indonesia terdampak oleh pembatalan maupun penundaan penerbangan, dengan sebagian tertahan di bandara dalam negeri maupun di sejumlah titik transit internasional.
Meski terjadi gangguan transportasi udara, otoritas terkait menyatakan situasi di dalam wilayah Arab Saudi masih dalam kondisi aman dan terkendali. Aktivitas ibadah di Kota Suci Makkah dan Madinah tetap berjalan normal. Kantor Urusan Haji di Jeddah telah menyiagakan tim khusus di Terminal 1, Terminal 2, serta Terminal Haji Bandara Jeddah untuk membantu jamaah yang jadwal kepulangannya terganggu, termasuk memberikan pendampingan, informasi terkini, dan koordinasi dengan maskapai.
Pemerintah juga berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh untuk memastikan jamaah yang tertahan mendapatkan fasilitas penginapan dan logistik yang layak selama menunggu kepastian jadwal penerbangan.
Di tengah gangguan umroh, pemerintah memastikan tahapan persiapan penyelenggaraan Haji 2026 tetap berjalan sesuai jadwal dan belum terdampak langsung.
Pemerintah terus memantau perkembangan situasi geopolitik serta membuka komunikasi dengan otoritas Arab Saudi dan maskapai penerbangan untuk mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan.
Masyarakat diimbau tidak panik dan selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta berkoordinasi dengan pihak travel sebelum mengambil keputusan keberangkatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan