Minggu, 20 JULI 2025 • 16:42 WIB

Tak Ada Ampun! Gubernur Riau Siap Hantam Pelaku Pembakaran Lahan di Riau

Author

Kebakaran Lahan di Kabupaten Rokan Hilir (Ramadhan Kurniawan putra)

RIAUKarhutla yang terus meluas di Riau Mendorong Gubernur Riau mengeluarkan peringatan Tegas Kepada Seluruh pelaku pembakaran hutan dan lahan di provinsi Riau.

Peringatan tersebut tidak hanya ditujukan kepada perusahaan, tetapi juga kepada masyarakat yang nekat membuka lahan dengan cara membakar.

Kondisi ini memaksa pemerintah provinsi mengambil langkah tegas demi mencegah bencana kabut asap terulang kembali.

Baca juga: Jembatan Sekayan Deras Inhu Tuntas Diperbaik

mengingat sejumlah kabupaten di Riau saat ini mengalami kebakaran lahan.

Kabupaten Rokan Hilir tercatat sebagai lokasi karhutla terbanyak, diikuti oleh Rokan Hulu, Kepulauan Meranti, Siak, Pelalawan, Kampar, Indragiri Hulu, Kota Dumai, dan Pekanbaru.

Kondisi ini mendesak pemerintah provinsi untuk mengambil tindakan tegas."Kami mengimbau masyarakat dan perusahaan untuk tidak membuka dan mengolah lahan dengan cara membakar.

Karena saat ini musim kemarau, jika terbakar, akan sangat mudah menyebar dan sulit dikendalikan," ungkap Gubri Abdul Wahid.

Baca juga: Bukit Suligi, Negeri di Atas Awan di Riau yang Wajib Dikunjungi di Hari Kemerdekaan

Abdul Wahid Gubernur Riau ( Dok.MCR)

Beliau menekankan bahwa ini bukan sekadar pengingat, melainkan sebuah peringatan keras. Gubri tegaskan, jika masyarakat, termasuk perusahaan, terus membakar lahan, akan ada sanksi tegas bagi para pelakunya. "Jika tidak bisa diingatkan, penegakan hukum akan dilakukan.

Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda dan Kejaksaan Tinggi Riau agar tidak ragu menindak tegas pelaku pembakaran lahan, baik oleh masyarakat maupun perusahaan yang membuka lahan dengan cara merusak alam," tegas Abdul Wahid lagi.

Baca juga: Kebakaran Hutan Melanda Perbatasan Sumbar-Riau

sementara itu, guna memadamkan wilayah yang terkena kebakaran lahan, Gubernur Riau mengatakan telah berkoordinasi erat antara BNPB, BPBD, Manggala Agni, dan Forkompimda terkait.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan karhutla tidak terus meluas dan dampaknya dapat diminimalisir. "Saat ini kami sedang mempersiapkan beberapa peralatan untuk mengatasi karhutla, termasuk helikopter.

Kami sedang menunggu bantuan helikopter yang didatangkan dari Australia dan Palembang untuk melakukan pengeboman air," ujar Abdul Wahid. Selain upaya pengeboman air dan pemadaman lahan secara langsung, pemadaman karhutla di Riau juga dilakukan dengan metode modifikasi cuaca.

Baca juga: 100 Hektare Terbakar, Kapolda Riau Buru Pelaku Karhutla di Kubu

Strategi ini difokuskan terutama di wilayah-wilayah yang lahan terbakarnya cukup luas, guna memaksimalkan upaya pemadaman. "Kami berharap kejadian tahun 2019 tidak terulang kembali, di mana Riau diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Sehingga aktivitas masyarakat, terutama anak-anak sekolah, tidak terganggu," pungkasnya. Sebelumnya, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan juga memberikan peringatan keras, menegaskan bahwa Polda Riau akan menindak tegas siapa pun yang terbukti terlibat dalam aktivitas pembakaran lahan yang mengakibatkan bencana kabut asap.

Baca juga: 100 Hektare Terbakar, Kapolda Riau Buru Pelaku Karhutla di Kubu

"Setiap tindakan pembakaran lahan merupakan bentuk kejahatan serius yang mengancam lingkungan, kesehatan masyarakat, dan masa depan generasi mendatang. Polda Riau berkomitmen untuk tidak memberi ruang bagi mereka yang merusak lingkungan," ujar Irjen Herry. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU