Selasa, 21 JULI 2026 • 21:28 WIB

Pekerja Sawit di Siak Nyaris Diserang Harimau Sumatera, BBKSDA Riau Tingkatkan Pemantauan

Author

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Petugas diterjunkan ke lokasi (ramadhan kurniawan putra)

SIAK – Seorang pekerja kebun sawit di Desa Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau, nyaris menjadi korban serangan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) saat mengangkut hasil panen menggunakan sepeda motor.

Peristiwa yang dilaporkan terjadi pada 14 Juli 2026 itu langsung mendapat perhatian Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Petugas diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemantauan serta langkah-langkah mitigasi guna mencegah terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar.

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono, mengatakan pihaknya menerima laporan dugaan interaksi negatif antara Harimau Sumatera dengan seorang warga di Desa Mengkapan.

"Kami menerima laporan dugaan interaksi negatif antara Harimau Sumatera dengan seorang warga yang terjadi pada 14 Juli 2026," kata Supartono, Selasa (21/7).

Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, korban diketahui bernama Agus, pekerja kebun sawit milik Ahmad Rokani. Saat itu sekitar pukul 10.00 WIB, Agus sedang mengangkut hasil panen menggunakan sepeda motor dan melintasi kawasan kebun.

Namun, setibanya di lokasi kejadian, seekor Harimau Sumatera tiba-tiba melompat ke bagian belakang sepeda motor yang dikendarainya dan mencakar keranjang berisi hasil panen.

"Kaget melihat harimau berada di belakang motornya, korban kemudian memacu kendaraannya dan berhasil menyelamatkan diri sehingga terhindar dari serangan lanjutan," ujar Supartono.

Selain insiden tersebut, BBKSDA Riau juga menerima informasi adanya penampakan Harimau Sumatera pada 18 Juli 2026 sekitar pukul 12.00 WIB di kawasan Kilometer 4 Desa Mengkapan.

Dua warga, Amir dan Dodi, mengaku melihat seekor harimau melompat dari parit di seberang jalur pipa menuju badan jalan. Namun, ketika berpapasan dengan kendaraan yang mereka tumpangi, satwa dilindungi itu kembali masuk ke arah parit tanpa menunjukkan perilaku agresif.

"Harimau tersebut tidak menunjukkan perilaku agresif terhadap kendaraan maupun pengendaranya," jelas Supartono.

Meski telah melakukan penyisiran di lokasi, tim BBKSDA Riau belum menemukan jejak maupun tanda-tanda keberadaan Harimau Sumatera.

Sementara itu, warga setempat, Gianto, mengungkapkan kemunculan harimau di kawasan Desa Mengkapan bukanlah kejadian baru. Menurutnya, satwa tersebut beberapa kali terlihat melintas di sekitar area kebun, namun selama ini tidak pernah menyerang masyarakat.

Menyikapi laporan tersebut, BBKSDA Riau akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, perusahaan, serta pihak terkait untuk meningkatkan pemantauan dan melaksanakan berbagai langkah mitigasi konflik satwa liar.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diminta mengaktifkan patroli siskamling pada malam hari dan segera melaporkan kepada petugas BBKSDA Riau atau aparat setempat apabila mengetahui keberadaan Harimau Sumatera maupun satwa liar lainnya di sekitar permukiman atau lokasi aktivitas warga.

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, menghindari aktivitas seorang diri di kawasan yang diduga menjadi lintasan satwa liar, terutama pada sore hingga malam hari," tutup Supartono.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU