Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 10 FEBRUARI 2026 • 23:07 WIB

Panduan Ziarah Kubur: Doa, Tata Cara, dan Adabnya

Panduan Ziarah Kubur: Doa, Tata Cara, dan AdabnyaPanduan Ziarah Kubur: Doa, Tata Cara, dan Adabnya (Ramadhan Kurniawan putra)

RIAU - Ziarah kubur merupakan salah satu tradisi yang telah lama dilakukan umat Islam sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang telah wafat sekaligus sarana untuk mengingat kematian. Praktik ini tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga menjadi momentum refleksi diri agar manusia senantiasa mengingat kehidupan akhirat.

Dalam ajaran Islam, ziarah kubur dianjurkan sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa ziarah kubur dapat mengingatkan manusia pada kematian. Oleh karena itu, pelaksanaannya perlu dilakukan dengan tata cara dan adab yang sesuai dengan tuntunan syariat.

Niat dan Waktu Ziarah Kubur

Ziarah kubur diawali dengan niat yang lurus, yakni untuk mendoakan ahli kubur dan mengambil pelajaran dari kematian, bukan untuk meminta sesuatu kepada orang yang telah wafat. Niat cukup di dalam hati tanpa harus dilafalkan.

Baca juga: Doa Ziarah Kubur Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Tidak ada ketentuan khusus mengenai waktu ziarah kubur. Namun, sebagian ulama menganjurkan ziarah dilakukan pada hari Jumat atau menjelang bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri. Meski demikian, ziarah kubur dapat dilakukan kapan saja selama tidak melanggar ketentuan syariat.

Tata Cara Ziarah Kubur

Saat memasuki area pemakaman, peziarah dianjurkan mengucapkan salam kepada ahli kubur. Salam yang biasa dibaca adalah:
“Assalamu’alaikum ya ahlal qubur, yaghfirullahu lana wa lakum.”

Setelah itu, peziarah berdiri menghadap makam dengan sikap tenang dan khusyuk. Dianjurkan membaca ayat-ayat Al-Qur’an seperti Surah Al-Fatihah, Yasin, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, kemudian dihadiahkan pahalanya kepada orang yang telah meninggal.

Doa untuk ahli kubur menjadi inti dari ziarah. Peziarah memohonkan ampunan, rahmat, dan kelapangan kubur bagi yang wafat. Selain itu, doa juga dipanjatkan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan keimanan.

Adab yang Harus Dijaga

Dalam ziarah kubur, adab menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Peziarah dilarang duduk atau menginjak makam, apalagi merusaknya. Menjaga kebersihan dan ketenangan area pemakaman merupakan bentuk penghormatan kepada orang yang telah wafat.

Selain itu, peziarah tidak dianjurkan menangis berlebihan hingga meratap, berteriak, atau melakukan perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Islam. Ziarah sebaiknya dilakukan dengan penuh kesadaran dan ketenangan, bukan sebagai ajang ritual yang mengarah pada perbuatan syirik.

Makna Ziarah Kubur bagi Kehidupan

Ziarah kubur bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan sarana pendidikan spiritual. Melalui ziarah, seseorang diingatkan bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara dan setiap manusia akan kembali kepada Allah SWT.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERBARU

Panduan Ziarah Kubur: Doa, Tata Cara, dan Adabnya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!