Minggu, 27 JULI 2025 • 13:39 WIB

Bukan Sekadar Main,Lomba Congklak Ini Bikin Anak SD Lupa Gadget!

Author

Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan Bermain Congklak Bersama Anak-anak Di Tugu Bengkalis (Liputan Ayi)

RIAU - Suasana ceria menyelimuti Lapangan Tugu Bengkalis pada Sabtu pagi, 26 Juli 2025. Lantunan tawa dan semangat anak-anak memeriahkan perlombaan congklak, sebuah permainan tradisional Melayu yang dihidupkan kembali dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-513 Bengkalis.

Sebanyak 75 pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) turut ambil bagian dalam kompetisi ini. Dengan semangat dan antusiasme tinggi, mereka saling adu strategi dalam permainan yang sarat nilai budaya tersebut, Minggu, (27/07/2025).

Baca juga: Pacu Jalur 2025 Didepan Mata! Gubernur Riau Siapkan Lalu Lintas dan Lokawisata untuk Sambut Wisatawan

Lomba ini secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Johansyah Syafri. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya permainan tradisional seperti congklak sebagai sarana pembelajaran karakter.

"Congklak bukan hanya soal mengisi lubang dan mengumpulkan biji, tapi juga mengajarkan kecermatan, strategi, serta nilai sportivitas kepada anak-anak," tutur Johansyah.

Ia juga menekankan bahwa tidak semua permainan harus berbasis teknologi. Menurutnya, warisan budaya seperti congklak menyimpan nilai edukatif yang mendalam dan dapat menjadi alat untuk memperkuat identitas generasi muda.

"Tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar mencari pemenang, melainkan menghidupkan kembali minat anak-anak terhadap permainan yang menyatukan dan mengakar kuat dalam budaya kita," ujarnya menambahkan.

Baca juga: Bongkar! 9 Ton Beras Oplosan Dijual dengan Merek Premium, Pelakunya Ternyata Distributor Besar

Kompetisi congklak ini berlangsung dengan format sistem gugur. Anak-anak bermain secara berpasangan, menunjukkan kemampuan berhitung dan taktik mereka, diiringi sorakan semangat dari para guru dan teman-teman yang hadir mendukung.

Dengan mengenakan busana bernuansa daerah, para peserta tampil percaya diri, seolah menunjukkan bahwa congklak bukan sekadar permainan, tetapi bagian dari jati diri yang patut dilestarikan.

Di tengah dominasi gadget dan teknologi, kegiatan ini menjadi ajang pengenalan budaya kepada generasi digital. Selain melatih logika, congklak juga membangun karakter seperti kejujuran, kesabaran, dan kerja sama tim.

Baca juga: Satgas Udara Karhutla Riau Tebar 10 Ton Garam

Para juri yang terdiri dari kalangan pendidik dan pemerhati budaya pun turut mengawal jalannya lomba agar tetap adil dan mendidik. Lomba congklak ini bukan hanya jadi ajang bermain, tetapi juga ruang belajar dan pewarisan budaya yang bermakna.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ramadhan Kurniawan Putra

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU