Polda Riau Tangkap Pelaku Penyeludupan Ilegal PMI ke Malaysia (Liputan)
RIAU - Upaya pengiriman 100 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) secara ilegal ke Malaysia berhasil di Gagal Polda Riau.
Hal ini disampaikan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, didampingi Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), H Abdul Kadir Karding dan Pj Sekdaprov Riau, M Job, mewakili Gubernur Riau, di Aula Tribrata Polda Riau, Kamis (17/7/2025).
Selain itu, dalam operasi tersebut, turut diamankan sebanyak 11 tersangka yang disebut memiliki peran berbeda dalam kasus ini. Baik perekrut maupun yang mengirim para PMI ke luar negeri.
“Dalam operasi gabungan yang melibatkan jajaran Polres Dumai, Bengkalis, dan Kepulauan Meranti, aparat berhasil menyelamatkan 100 calon PMI yang hendak diselundupkan ke Malaysia,” terang Kapolda
Baca juga: Sudah Uzur Masih Main Sabu, Warga Bathin Solapan Diciduk Polisi
Dari jumlah tersebut, sebanyak 78 korban merupakan laki-laki dan 22 perempuan, berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Kapolda mengungkapkan, wilayah Riau memang menjadi salah satu jalur favorit bagi sindikat TPPO karena letaknya yang strategis dan berbatasan langsung dengan Malaysia.
“Selama tahun ini saja, sudah ada 9 kasus TPPO yang berhasil kami ungkap, dengan total 94 korban dan 22 tersangka,” jelas Kapolda.
Hasil dari operasi ini ungkap Kapolda merupakan komitmen pihaknya bersama Polres jajaran untuk memerangi perdagangan manusia dan perlindungan terhadap warga negara.
Dalam pernyataannya yang penuh emosional, Menteri Karding mengecam keras para pelaku yang tega menjual sesama anak bangsa demi keuntungan pribadi.
Baca juga: Aksi Heroik Polisi Lindungi warga Dari Amukan Beruang di Inhu
Abdul Kadir menilai tindakan sindikat tersebut merupakan bentuk kejahatan luar biasa yang harus dihukum seberat-beratnya.
“Tidak ada orang yang terpaksa kerja di luar negeri kecuali demi keluarga. Mereka itu sejatinya sedang berjihad untuk mempertahankan hidup.Tapi kenapa justru dijual oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab? Kurang ajar!” tegas Menteri Karding.
Dalam kesempatan ini, Menteri juga meminta Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, untuk tidak hanya berhenti pada penangkapan pelaku lapangan, tetapi juga mengejar aktor intelektual di balik jaringan mafia ini.
“Kalau ada bos mafianya, cari, tangkap, dan hukum dengan pasal paling berat. Kita bisa cegah dari kementerian, tapi kalau penegakan hukumnya lemah, ini tidak akan pernah selesai,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ramadhan Kurniawan Putra