Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 08 OKTOBER 2025 • 15:27 WIB

Penertiban PETI Kuansing Berujung Chaos, Polda Riau: Kami Tidak Akan Mundur dari Penegakan Hukum

Penertiban PETI Kuansing Berujung Chaos, Polda Riau: Kami Tidak Akan Mundur dari Penegakan HukumPenertiban PETI Kuansing Berujung Chaos, Polda Riau: Kami Tidak Akan Mundur dari Penegakan Hukum

RIAU - Polda Riau mengeluarkan pernyataan tegas menyikapi aksi anarkis yang terjadi saat operasi penertiban Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Rabu  (8/10/2025).

Insiden itu menyebabkan enam kendaraan dinas rusak dan satu sepeda motor dibakar massa yang diduga terprovokasi oleh pemilik rakit PETI.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Anom Karibianto menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan hukum untuk menyelamatkan lingkungan dari kerusakan akibat aktivitas tambang ilegal.

“Polda Riau mengecam keras tindakan anarkis dan perusakan fasilitas negara. Tindakan itu adalah tindak pidana dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya di Pekanbaru.

Sebelum menggelar penertiban, tim gabungan terlebih dahulu mengikuti apel pasukan gabungan di Mapolres Kuansing, dipimpin Kapolres Kuansing AKBP R Ricky Pratidiningrat bersama Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby sekitar pukul 08.15 WIB, yang diikuti 149 personel gabungan terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, BPBD, dan Dit Polairud Polda Riau.

“Pasukan dibagi dua tim, tim air dengan delapan rubber boat yang menelusuri Sungai Kuantan untuk memusnahkan rakit PETI, serta tim darat yang bertugas mengamankan lokasi,” jelas Kabid Humas Kombes Anom Karibianto, Selasa (7/10) malam.

Hasilnya, hingga siang, petugas telah berhasil memusnahkan 43 unit rakit PETI di Desa Pulau Bayur. Namun, sekitar pukul 13.40 WIB, situasi berubah tegang. Sekelompok warga yang menolak operasi datang dan melempari petugas dengan batu. 

“Kericuhan pecah hingga mengakibatkan enam kendaraan dinas rusak, termasuk mobil Kapolres, Kabag Ops Kompol Teguh Wiyono, Sat Lantas, Satpol PP, bus Polres, dan truk Polairud Polda Riau. Satu unit sepeda motor juga dibakar massa,” jelas Kabid Humas.

Selain itu, seorang wartawan media daring yang ikut meliput peristiwa itu turut mengalami luka ringan akibat terkena lemparan saat berlindung di mobil Kapolres yang diserang. 

“Menghindari bentrokan lebih besar, petugas gabungan akhirnya menarik diri ke Mapolsek Cerenti,” kata Kabid Humas.

Sementara itu, mobil dinas Bupati Kuansing yang sebelumnya diparkir di Pasar Cerenti berhasil diselamatkan dari amukan massa. 

“Saat kejadian aksi anarkis, Bupati dan Kapolres masih berada di sungai untuk memimpin pemusnahan rakit,” sebut Kabid Humas.

Kemudian, setelah Kapolda Riau Irjen Pol Hery Heryawan menerima laporan adanya perlawanan dari massa pelaku PETI. 

Kapolda langsung memerintahkan jajarannya untuk menyelidiki dan menyidik pelaku perusakan serta kekerasan terhadap wartawan. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERBARU

Penertiban PETI Kuansing Berujung Chaos, Polda Riau: Kami Tidak Akan Mundur dari Penegakan Hukum

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!