Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 27 FEBRUARI 2026 • 17:30 WIB

Ironi Riau Penghasil Minyak, Jalan Memalukan: Tambal Sulam Jadi Solusi

Ironi Riau Penghasil Minyak, Jalan Memalukan: Tambal Sulam Jadi SolusiIroni Riau Penghasil Minyak, Jalan Memalukan: Tambal Sulam Jadi Solusi (Ramadhan Kurniawan putra)

RIAU - Meski dikenal sebagai provinsi kaya sumber daya minyak dan gas, kondisi sejumlah ruas jalan provinsi di Riau masih menjadi sorotan masyarakat.

Di awal tahun 2026, Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas PUPR-PKPP mulai melakukan perbaikan beberapa ruas jalan di Pekanbaru, namun metode tambal sulam yang digunakan memicu kritik warga, Jum'at, (27/02/2026).

Hingga akhir Februari 2026, tercatat enam ruas jalan provinsi di Pekanbaru telah diperbaiki. Ruas tersebut meliputi Jalan Riau, Jalan Hangtuah, Jalan Tuanku Tambusai, Jalan SM Amin, Jalan Pramuka dan Jalan Datuk Setia Maharaja. Sementara tiga ruas lain yakni Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Arifin Achmad dan Jalan Pesantren dijadwalkan segera menyusul.

Plt Kepala Dinas PUPR Riau melalui Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah I Khairil Anwar menyebut, perbaikan dilakukan setelah tim melakukan survei langsung terhadap kondisi jalan provinsi di Pekanbaru.

“Kami sudah melakukan peninjauan lapangan. Dari hasil survei, ada sembilan ruas jalan yang menjadi prioritas perbaikan awal tahun ini, dan saat ini enam ruas sudah dikerjakan,” ujarnya.

Menurutnya, dari total 36 ruas jalan provinsi di Pekanbaru, sembilan ruas dipilih karena kondisinya paling banyak berlubang dan berisiko bagi pengendara. Ia menambahkan, selain ruas prioritas, jalan lain yang berlubang juga tetap akan diperbaiki melalui pemeliharaan rutin.
Namun demikian, metode yang digunakan masih berupa tambal sulam. Pihak PUPR menyebut metode ini sebagai langkah awal sebelum dilakukan overlay atau pelapisan ulang secara menyeluruh di beberapa titik.

“Untuk tahap awal kami lakukan tambal sulam, nanti akan ada overlay di ruas tertentu,” jelas Khairil.

Kaya Minyak, Jalan Masih Tambal Sulam

Kondisi ini memicu kritik warga yang menilai ironi terjadi di provinsi penghasil minyak terbesar di Indonesia. Mereka mempertanyakan mengapa perbaikan jalan masih bersifat sementara, sementara aktivitas kendaraan berat dari sektor industri terus meningkat.

“Riau ini kaya minyak, tapi jalan utama di ibu kota provinsi masih berlubang dan ditambal sementara. Harusnya perbaikan permanen diprioritaskan,” kata Rudi, warga Pekanbaru.

Keluhan serupa juga datang dari masyarakat di wilayah Kabupaten Bengkalis dan Duri yang kerap bepergian ke Pekanbaru untuk urusan kerja, pendidikan maupun kesehatan. Mereka berharap perbaikan jalan provinsi dilakukan lebih maksimal karena jalur tersebut menjadi akses utama mobilitas warga.

Pemprov Riau memastikan jumlah ruas jalan yang diperbaiki akan bertambah hingga akhir tahun. Namun masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melakukan tambal sulam, melainkan perbaikan permanen yang tahan lama.

Warga juga berharap perhatian terhadap infrastruktur jalan tidak hanya fokus di Pekanbaru, tetapi juga jalur-jalur penghubung ke daerah seperti Duri dan Bengkalis yang menjadi nadi ekonomi masyarakat.

“Kalau Riau dikenal kaya minyak, maka kualitas jalannya juga harus mencerminkan kesejahteraan daerah,” ujar seorang masyarakat Putra kecamatan Mandau.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERBARU

Ironi Riau Penghasil Minyak, Jalan Memalukan: Tambal Sulam Jadi Solusi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!