Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 14 MEI 2026 • 01:40 WIB

Pemprov Riau Jemput Bola ke Jakarta, Target 900 Sekolah Direvitalisasi pada 2026

Pemprov Riau Jemput Bola ke Jakarta, Target 900 Sekolah Direvitalisasi pada 2026Sekda Provinsi Riau Dr Syahrial Abdi (Ramadhan Kurniawan putra)

RIAU - Pemerintah Provinsi Riau terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat guna mempercepat pembangunan sektor pendidikan. 

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan delegasi Provinsi Riau yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Dr Syahrial Abdi, bersama jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI di Gedung E Kemendikdasmen RI, Jakarta, Kamis  (14/5/2026).

Pertemuan itu dipimpin langsung Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal Kemendikdasmen RI, Gogot Suharwoto. Turut hadir Inspektur Jenderal Kemendikdasmen RI Faisal Syahrul, serta perwakilan dari Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen RI.

Dalam agenda tersebut, sejumlah isu strategis pendidikan di Provinsi Riau dibahas, mulai dari program revitalisasi sekolah, pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), status lahan sekolah, digitalisasi pendidikan, nasib guru non-ASN, hingga perlindungan hukum dalam pelaksanaan program pendidikan.

Sekdaprov Riau Syahrial Abdi menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan pendidikan di Riau, khususnya melalui program revitalisasi sekolah yang dinilai sangat membantu peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

“Tahun 2025 lalu ada 439 sekolah di Riau yang direvitalisasi, mulai dari tingkat PAUD, SD, SMP, SMA, SMK hingga SLB. Khusus SMA ada 45 sekolah yang direvitalisasi dan 45 SMK, termasuk pembangunan satu Unit Sekolah Baru (USB) SMA di Kemuning, Indragiri Hilir dan satu USB SLB di Pagaran Tapah Darussalam, Rokan Hulu,” ujar Syahrial.

Ia berharap Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI dapat berkunjung ke Riau dalam waktu dekat untuk meresmikan secara simbolis sekolah-sekolah yang telah selesai direvitalisasi tersebut.

Secara nasional, pada tahun 2025 terdapat sekitar 16 ribu sekolah yang direvitalisasi oleh Kemendikdasmen. Sementara pada tahun 2026, pemerintah pusat menargetkan sekitar 71 ribu sekolah direvitalisasi di seluruh Indonesia.

Dengan target nasional itu, Riau berharap memperoleh porsi lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Jika pada 2025 sebanyak 439 sekolah, maka pada 2026 ditargetkan sekitar 900 sekolah di Riau dapat direvitalisasi.

Untuk jenjang SMA sendiri, saat ini telah terdapat 76 SMA dan 33 SMK di Riau yang masuk dalam sistem usulan revitalisasi tahun 2026. Selain itu, terdapat pula usulan pembangunan enam Unit Sekolah Baru (USB) SMA.

Selain revitalisasi sekolah, pertemuan juga membahas rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di sejumlah daerah di Riau. Beberapa daerah yang telah mengusulkan pembangunan SNT antara lain Kota Pekanbaru, Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Siak, dan Kabupaten Kepulauan Meranti.

Menurut Syahrial, pihak Kemendikdasmen telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi dan validasi terhadap usulan tersebut.

“Hasil verifikasi itu diharapkan sudah keluar pada 18 Mei mendatang. Kita tentu berharap seluruh usulan SNT dari Riau dapat disetujui,” katanya.

Dalam kesempatan itu juga dibahas persoalan 17 sekolah SMA dan SMK di Riau yang berdiri di atas tanah negara eks Caltex/Chevron yang kini berada di bawah pengelolaan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERBARU

Pemprov Riau Jemput Bola ke Jakarta, Target 900 Sekolah Direvitalisasi pada 2026

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!