Minggu, 25 JANUARI 2026 • 11:19 WIB

28 Motor Berknalpot Brong Diamankan dalam Patroli Besar Tim Raga di Pekanbaru

Author

Patroli skala besar yang digelar Tim Riau Anti Geng dan Anarkisme (Raga) bersama Satuan Lalu Lintas Polresta Pekanbaru membuahkan hasil. Sebanyak 28 unit sepeda motor diamankan karena kedapatan menggunakan knalpot brong atau tidak sesuai standar. (ramadhan kurniawan putra)

RIAU - Patroli skala besar yang digelar Tim Riau Anti Geng dan Anarkisme (Raga) bersama Satuan Lalu Lintas Polresta Pekanbaru membuahkan hasil. Sebanyak 28 unit sepeda motor diamankan karena kedapatan menggunakan knalpot brong atau tidak sesuai standar, Minggu (25/1/2026) dini hari, Minggu (25/01/2026).

Patroli tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus mencegah potensi aksi geng motor dan tindak anarkisme yang kerap meresahkan warga, khususnya pada malam hingga dini hari.

Tim gabungan menyisir sejumlah titik yang selama ini dianggap rawan, seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Riau, kawasan Stadion Utama, Nangka Ujung, hingga Jalan Soekarno Hatta. Pengawasan juga difokuskan di area Stadion Rumbai serta Jembatan Siak IV.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Muharman, mengatakan mayoritas kendaraan yang terjaring dikendarai oleh para remaja.

“Sebanyak 28 unit sepeda motor kami amankan karena menggunakan knalpot brong yang menimbulkan kebisingan dan mengganggu kenyamanan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Muharman, penindakan ini dilakukan karena suara knalpot bising tidak hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga kerap memicu keresahan warga, terutama pada jam istirahat malam.

Selain memberikan sanksi tilang, polisi juga melakukan pembinaan dengan pendekatan persuasif. Para remaja diarahkan untuk terlibat dalam kegiatan yang lebih positif agar tidak terjerumus ke dalam aksi balap liar maupun tindak kriminal.

Kendaraan kami tahan sampai pemilik mengganti knalpot dengan yang standar sesuai ketentuan,” tegas Kapolresta.

Dalam patroli tersebut, petugas tidak hanya melakukan pengawasan statis, tetapi juga patroli dialogis. Polisi berdialog langsung dengan warga, menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, serta mengajak masyarakat aktif melaporkan potensi tindak kejahatan seperti curat, curas, curanmor (C3), hingga peredaran narkoba.

“Kehadiran Tim Raga di lapangan diharapkan bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” tambah Muharman.

Ia pun berharap kegiatan preventif ini mampu menciptakan situasi yang kondusif di Kota Pekanbaru, sekaligus menjadi peringatan bagi pelaku balap liar dan geng motor agar tidak melakukan aktivitas yang mengganggu ketertiban umum.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU