Blackout Massal di Pekanbaru Sisakan Duka dan Kerugian, Ikan Koi Wali Kota Mati hingga UMKM Lumpuh
RIAU - Pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda Kota Pekanbaru, Riau pada Jumat (22/5/2026) pukul 18.44 WIB menyisakan berbagai kisah pilu bagi masyarakat.
Tidak hanya mengganggu aktivitas warga, insiden ini juga memicu kerugian ekonomi, kerusakan perangkat elektronik, hingga kejadian tak terduga di tengah gelapnya kota.
Sejumlah warga Pekanbaru ramai membagikan pengalaman mereka selama blackout melalui media sosial. Mulai dari alat elektronik yang rusak, aktivitas usaha terganggu, hingga suasana mencekam akibat padamnya penerangan di berbagai wilayah.
Baca juga: Dari 2019 hingga 2026, Blackout Di Sumatera Terus Terjadi, PLN Hanya Minta Maaf
Salah satu cerita datang dari Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, yang mengaku kehilangan puluhan ikan koi peliharaannya akibat sistem sirkulasi kolam berhenti total saat listrik padam.
Melalui akun media sosial pribadinya, Agung mengungkapkan bahwa rumahnya tidak memiliki genset cadangan sehingga seluruh ikan koi kesayangannya mati mendadak.
“Mati lampu tadi malam menyisakan duka karena di rumah tidak ada genset, sehingga semua ikan koi kesayangan saya mati. Namanya musibah, ya saya harus tetap ikhlas dan tabah menghadapinya,” tulis Agung Nugroho, Sabtu (23/5/2026).
Baca juga: Blackout Landa Riau, Listrik Padam Serentak di Riau,Sumut,Aceh, Sumbar
Blackout ini dilaporkan terjadi secara serentak di enam provinsi di Pulau Sumatra, yakni Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, dan Lampung. Kondisi tersebut menjadi peringatan penting terkait kesiapan sistem cadangan listrik, baik bagi rumah tangga maupun pelaku usaha.
“Namanya musibah, mau bagaimana lagi dan yang paling penting kita semua harus tetap bersabar. Apa pengalaman kalian pas blackout tadi malam, ayo cerita dong,” lanjut Agung dalam unggahannya.
Dampak blackout juga dirasakan para pelaku usaha mikro di Pekanbaru. Banyak pedagang kecil mengaku omzet mereka turun drastis akibat aktivitas jual beli terganggu selama listrik padam.
Fery, seorang penjual teh es gerobak di pinggir jalan Pekanbaru, mengaku terpaksa berhenti berjualan sementara karena pasokan es batu di pasar mendadak langka. Mesin pembeku milik agen es diketahui ikut lumpuh akibat blackout berkepanjangan.
Baca juga: Pemadaman Listrik Bergilir di Sejumlah Wilayah Riau, Ini Daftar Lokasinya
“Penjual es batu langganan tidak beroperasi hari ini karena stok balok es mereka mencair akibat mati lampu. Imbasnya, kami yang menggantungkan hidup dari jualan teh es terpaksa gulung tikar untuk sementara waktu,” keluh Fery.
Keluhan serupa datang dari Sugiyanto, warga Pekanbaru yang mengalami kerusakan pendingin ruangan (AC) saat aliran listrik kembali menyala secara bertahap.
“Tegangan listrik naik-turun sangat ekstrem saat pertama kali menyala. Setelah insiden low voltage tersebut, perangkat AC di rumah saya tidak bisa dihidupkan lagi,” ungkapnya.
Sementara itu, warga lainnya bernama Nanang mengaku dua unit kipas anginnya rusak akibat lonjakan tegangan listrik yang tidak stabil.
“Kipas angin ini sangat dibutuhkan karena saya memiliki dua anak kecil yang tidak bisa tidur dalam kondisi ruangan panas. Kami terpaksa mengeluarkan biaya secara mendadak untuk memperbaiki kerusakan ini,” ujarnya pasrah.
Keresahan juga dirasakan Abdul Hadi. Ia mengaku kesulitan mendampingi anaknya belajar menjelang ujian karena listrik dan jaringan internet seluler sama-sama lumpuh.
Di tengah kondisi kota yang gelap gulita, aparat kepolisian justru meningkatkan patroli keamanan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas selama blackout berlangsung.
Tim gabungan Polda Riau bahkan berhasil mengamankan dua pemuda yang kedapatan mengonsumsi ganja di sebuah kafe di Jalan Naga Sakti, Pekanbaru.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol M Hasyim Risahondua menegaskan pihaknya memperketat patroli guna mencegah potensi tindak kriminal selama pemadaman listrik berlangsung.
“Patroli antisipasi ini sengaja kami tingkatkan untuk memastikan situasi Kamtibmas di Pekanbaru tetap kondusif selama status blackout. Kami fokus meminimalisir potensi tindak pidana kriminalitas, aksi geng motor, hingga premanisme jalanan,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan