Senin, 25 MEI 2026 • 21:46 WIB

Bareskrim Akhirnya Ungkap Fakta di Balik Padam Total Listrik Sumatera

Author

Bareskrim Akhirnya Ungkap Fakta di Balik Padam Total Listrik Sumatera (ramadhan kurniawan putra)

RIAU - Bareskrim Polri bersama PT PLN (Persero) memastikan pemadaman listrik massal (blackout) yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera bukan disebabkan sabotase maupun unsur kesengajaan. Hasil investigasi awal menyimpulkan gangguan sistem kelistrikan tersebut murni dipicu faktor teknis dan cuaca ekstrem.

Penegasan itu disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Senin (25/5/2026). Karopenmas Divisi Humas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan pemaparan hasil investigasi dilakukan sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat. Mengingat, insiden blackout yang terjadi sejak Jumat (22/5/2026) telah menjadi perhatian publik dan pemerintah pusat.

Sementara itu, Wakabareskrim Polri, Nunung Syaifudin, menjelaskan bahwa tim gabungan yang terdiri dari Ditpidter, Ditpidum, Puslabfor Bareskrim, Ditreskrimsus Polda Jambi, serta PT PLN telah melakukan penyelidikan langsung ke lokasi pada Minggu (24/5/2026).

Baca juga: ESDM Perintahkan PLN Investigasi Total Blackout Sumatera, Sistem Kelistrikan Akan Diaudit Forensik

Investigasi dilakukan di tower transmisi yang berada di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Dari hasil identifikasi awal, ditemukan adanya gangguan pada jaringan transmisi SUTET 275 kV jalur Muara Bungo–Sungai Rumbai pada Jumat pukul 18.44 WIB.

“Gangguan tersebut diduga kuat dipicu oleh faktor cuaca buruk sehingga menyebabkan sistem transmisi keluar dari interkoneksi kelistrikan Sumatera,” ujar Nunung.

Akibat terlepasnya sistem transmisi dari jaringan interkoneksi, frekuensi dan tegangan listrik menjadi tidak stabil secara mendadak. Kondisi itu memicu sejumlah pembangkit listrik mengalami trip atau terputus secara berantai hingga menimbulkan efek domino berupa blackout di berbagai wilayah Sumatera.

Wilayah yang terdampak meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, hingga sebagian Sumatera Selatan.

Baca juga: Dari 2019 hingga 2026, Blackout Di Sumatera Terus Terjadi, PLN Hanya Minta Maaf

Polri juga mengungkap dugaan sementara penyebab putusnya kabel transmisi mengarah pada faktor mekanis akibat gesekan dan sapuan angin kencang. Selain itu, ditemukan indikasi adanya kelonggaran sambungan atau hotspot yang memicu loncatan listrik, ditambah tarikan kabel akibat cuaca ekstrem.

Untuk memastikan penyebab pasti gangguan tersebut, potongan kabel transmisi kini telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Laboratorium Forensik Polri.

Di sisi lain, Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN (Persero), Edwin Nugraha Putra, menjelaskan bahwa sistem kelistrikan Sumatera selama ini bertumpu pada koridor timur 500 kV dan koridor barat 275 kV.

Baca juga: Blackout Massal di Pekanbaru Sisakan Duka dan Kerugian, Ikan Koi Wali Kota Mati hingga UMKM Lumpuh

Edwin memastikan proses pemulihan sistem kelistrikan telah rampung sepenuhnya pada Senin (25/5/2026). Pemulihan dilakukan secara bertahap menggunakan mekanisme black start hingga seluruh pembangkit besar kembali masuk ke sistem operasional yang aman dan stabil.

“Pemulihan sistem saat ini telah selesai 100 persen dan seluruh pembangkit besar sudah kembali beroperasi normal,” katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU