Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 04 JULI 2025 • 12:25 WIB

Kamu Harus Tau! Asal Usul Pacu Jalur, Kebanggaan Sungai Batang Kuantan

Kamu Harus Tau! Asal Usul Pacu Jalur, Kebanggaan Sungai Batang KuantanPerlombaan Pacu Jalur di Sungai Indragiri, tahun 1927( Dok. Wikipedia)

RIAU - Tradisi Pacu Jalur bukan sekadar lomba dayung biasa. Ia adalah denyut sejarah yang hidup dan terus mengalir dari masa ke masa, menjadi identitas budaya masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.

Pacu Jalur merupakan perlombaan tradisional dayung menggunakan perahu panjang dari kayu gelondongan utuh, yang dibentuk secara khas menjadi perahu tradisional Rantau Kuantan.

Perlombaan ini digelar setiap tahun di Sungai Batang Kuantan melalui Festival Pacu Jalur, sebuah pesta rakyat terbesar yang telah berlangsung selama ratusan tahun, khususnya di Teluk Kuantan, ibu kota kabupaten.

Diakui Sebagai Warisan Budaya Nasional

Pada tahun 2014, tradisi ini resmi ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia sebagai bagian dari Warisan Budaya Takbenda Nasional.

Baca juga: Tradisi Pacu Jalur Kuansing Go Internasional, Tarian Anak di Ujung Perahu Jadi Sorotan Dunia

Pengakuan ini mencakup seluruh aspek: nilai sejarah, adat istiadat, pengetahuan lokal, hingga kesadaran biosentrisme masyarakat Kuansing.

Pemerintah Indonesia terus mendukung penyelenggaraan Festival Pacu Jalur sebagai bentuk pelestarian budaya.

Bahkan, pemenang Pacu Jalur berpeluang menjadi atlet nasional untuk mewakili Indonesia dalam ajang balap perahu tingkat internasional.

Kamu Harus Tau! Asal Usul Pacu Jalur, Kebanggaan Sungai Batang KuantanFestival Pacu Jalur Festival dan para penonton di daerah Taluk,tahun 1900-an awal ( Dok.Wikipedia)

Ketenaran Pacu Jalur juga mendapat perhatian dunia. Pada 17 Agustus 2022, karya ilustrasi Pacu Jalur oleh seniman Sunda asal Bandung, Wastana Haikal, terpilih menjadi Google Doodle dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia, menjadikan Pacu Jalur semakin dikenal secara global.

Baca juga: Pulau Beting Aceh, Wisata Eksotis Riau Saat Libur Panjang Tiba

Makna di Balik Nama “Pacu Jalur”

Berdasarkan catatan Wikipedia, istilah “Pacu Jalur "Pacu" berarti lomba, sedangkan "jalur" bermakna perahu atau sampan. Sehingga, secara harfiah Pacu Jalur diartikan sebagai balapan perahu. 

Dalam naskah kolonial Belanda, Pacu Jalur juga dikenal dengan sebutan Kanorace op de Inderagiri atau balapan kano Indragiri.

Akar Sejarah yang Dalam

Meski tak ada catatan pasti mengenai awal mula tradisi ini, referensi tertulis tertua tentang Pacu Jalur ditemukan dalam naskah lokal abad ke-17.

Baca juga: Wisata Sejarah dan Budaya: Istana Siak Tetap Jadi Primadona Riau

Namun, jejak perahu tradisional sebagai sarana transportasi di wilayah ini bahkan tercatat sejak abad ke-7.

Menurut penuturan masyarakat setempat, dahulu jalur digunakan sebagai sarana utama transportasi sungai dari Hulu Kuantan ke Cerenti. Karena akses darat masih sulit, perahu menjadi alat vital untuk mengangkut hasil bumi seperti buah-buahan dan tebu.

Seiring waktu, perahu ini tidak hanya fungsional, tetapi juga dihias dengan ornamen seperti kepala ular atau buaya, serta difungsikan sebagai tongkang kerajaan untuk menyambut tamu bangsawan. Jalur air ini akhirnya menjadi medium festival dan simbol budaya masyarakat Rantau Kuantan.

Pacu Jalur di Masa Penjajahan Belanda

Pada era kolonial Belanda, Pacu Jalur diadaptasi menjadi ajang perayaan ulang tahun Ratu Wilhelmina setiap tanggal 31 Agustus. Perlombaan ini bisa berlangsung selama dua hingga tiga hari tergantung jumlah peserta.
Namun jauh sebelum Belanda datang, Pacu Jalur telah menjadi bagian dari perayaan hari besar umat Islam, seperti Maulid Nabi, Idul Fitri, dan Tahun Baru Islam. Hal ini menegaskan bahwa tradisi ini sudah sangat lama berakar dalam kehidupan masyarakat.

Setelah Indonesia Merdeka
Pasca kemerdekaan, Pacu Jalur tetap dipertahankan dan bahkan semakin dikembangkan sebagai bagian dari peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Pemerintah memasukkan Festival Pacu Jalur dalam kalender wisata nasional, yang biasanya diadakan pada 23–26 Agustus setiap tahunnya.

Hari ini, Pacu Jalur tak hanya menjadi ajang olahraga tradisional, tetapi juga simbol persatuan, warisan sejarah, dan kebanggaan masyarakat Riau, serta inspirasi yang mampu menggerakkan semangat nasionalisme dan memperkuat jati diri budaya Indonesia di panggung dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kamu Harus Tau! Asal Usul Pacu Jalur, Kebanggaan Sungai Batang Kuantan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!