Direktur PDAM Tirta Terubuk Kabupaten Bengkalis abel Iqbal (Liputan)
RIAU - Direktur PDAM Perumda Tirta Terubuk Bengkalis, Abel Iqbal, akhirnya angkat bicara terkait keluhan warga mengenai tidak mengalirnya air PDAM di sejumlah wilayah Kecamatan Mandau, khususnya di Sebanga dan Kelurahan Talang Mandi, yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.
Dalam keterangannya kepada KabarDuri.Net, Abel mengungkapkan bahwa masalah utama terletak pada krisis ketersediaan air baku.
Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Pembakaran Lahan di Bengkalis
Ia menjelaskan bahwa debit air dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), yang selama ini menjadi sumber utama air baku PDAM Cabang Duri, terus menurun drastis.
“Awalnya debit air baku dari PT. PHR mencapai 100 liter per detik (LPS), kemudian turun menjadi 50 LPS, dan saat ini hanya tersisa 20 LPS,” ujar Abel, Selasa (23/7/2025).
Abel menyebutkan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya, termasuk menunggu pengoperasian proyek SPAM Regional Durolis.
Baca juga: Direktur PDAM Tirta Terubuk Bungkam Terkait Krisis Air di Duri, Warga Terpaksa Beli Air Bersih
Namun hingga kini, sistem tersebut masih dalam tahap akhir commissioning test jaringan pipa dan ditargetkan mulai beroperasi dalam tahun ini.
“Selain itu, kami juga sedang menjajaki kerja sama dengan pihak swasta melalui skema business to business (B2B). Saat ini masih dalam tahap kajian, dan ditargetkan bisa mulai beroperasi pada tahun 2027,” tambahnya.
Baca juga: Polda Riau Tangkap Kurir Sabu 25 Kg dan Ribuan Ekstasi Usai Kejar-kejaran di Pelalawan
Untuk jangka pendek, lanjut Abel, satu-satunya harapan adalah normalisasi pasokan air baku dari PT. PHR. Ia menyebutkan bahwa pasokan air diharapkan kembali menjadi 50 LPS pada minggu kedua Agustus 2025.
“Jika pasokan dari PT. PHR kembali normal, maka distribusi air ke pelanggan, termasuk wilayah Talang Mandi dan sekitarnya, bisa kembali berjalan meski belum optimal,” tutupnya.
Sementara itu, warga di Talang Mandi dan Duri Timur berharap pemerintah segera menemukan solusi konkret atas krisis air bersih yang telah menyiksa mereka selama bertahun-tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan