RIAU - Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau menegaskan sikap tegas terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkoba, menyusul terungkapnya dugaan kasus narkotika di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) kampus.
Rektor UIN Suska Riau, Prof Dr Hj Leny Nofianti, MS, SE, MSi, Ak, menyatakan pihaknya tidak akan mentoleransi praktik narkoba di lingkungan akademik.
"Kami berkomitmen mendukung penuh upaya pemberantasan narkoba, terutama di lingkungan UIN Suska Riau,” tegasnya, Kamis (14/8/2025).
Baca juga: Geger! 63 Kg Ganja Ditemukan di Atap Gedung Kampus UIN Suska Riau
Langkah tegas ini sejalan dengan Program Presiden dalam Asta Cita ke-7 yang mendorong penguatan reformasi hukum dan pemberantasan narkoba. UIN Suska Riau bertekad mewujudkan Kampus Bersinar (Bersih dari Narkoba) demi terciptanya atmosfer belajar yang sehat dan berintegritas.
Rektor juga mengapresiasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau yang telah mengungkap kasus ini secara profesional. Berdasarkan hasil penyelidikan, dua orang yang terlibat berinisial RS dan S diketahui sudah berstatus drop out sehingga tidak lagi berada dalam pengawasan kampus. Meski demikian, universitas tetap mendukung penuh proses hukum yang berjalan.
Wakil Rektor III UIN Suska Riau, Dr Haris Simaremare, ST MT, menambahkan bahwa pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap organisasi kemahasiswaan. Beberapa langkah strategis telah disiapkan, antara lain evaluasi tata kelola Ormawa, penguatan keamanan kampus termasuk area PKM, pembentukan Satgas Anti-Narkoba, integrasi kurikulum anti-narkoba dalam pendidikan karakter, serta tes urine sebagai deteksi dini.
Baca juga: Bangun dari Desa hingga Pesisir, Pemprov Riau Siap Kawal Program 3 Juta Rumah Nasional
UIN Suska Riau juga akan memperkuat kerja sama dengan BNN Provinsi Riau dan BNN Kota Pekanbaru untuk mencegah peredaran narkoba di lingkungan kampus.
UIN Suska Riau juga akan memperkuat kerja sama dengan BNN Provinsi Riau dan BNN Kota Pekanbaru untuk mencegah peredaran narkoba di lingkungan kampus.
“Proses hukum kami serahkan sepenuhnya kepada aparat berwenang. Ini bagian dari tanggung jawab moral dan institusional kami,” tegas Haris.
Pihak universitas berharap insiden ini menjadi pengingat penting bagi seluruh sivitas akademika untuk menjaga integritas, menjauhi narkoba, dan menjadikan kampus sebagai tempat lahirnya generasi muda yang berdaya saing dan bebas dari pengaruh negatif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan