Polda Riau Tutup Pelatihan Tim RAGA Gelombang II 2026, 475 Personel Siap Tekan Kejahatan Jalanan
RIAU - Polda Riau resmi menutup Pelatihan Tim RAGA Gelombang II Tahun Anggaran 2026 di lapangan SPN Polda Riau, Sabtu (14/2/2026).
Sebanyak 244 personel dari gelombang kedua dinyatakan lulus, melengkapi total 475 personel Tim RAGA yang telah dipersiapkan untuk memperkuat keamanan di wilayah Provinsi Riau.
Penutupan pelatihan dipimpin Irwasda Polda Riau Prabowo Santoso dan dihadiri KA SPN Polda Riau Indra Duaman bersama para pejabat utama Polda Riau.
Pelatihan berlangsung selama enam hari, sejak 9 hingga 14 Februari 2026, dengan komposisi 30 persen teori dan 70 persen praktik.
Materi pelatihan meliputi sosialisasi KUHP, penggunaan kekuatan secara profesional, teknik penangkapan, pertolongan pertama gawat darurat, hingga pertempuran jarak dekat. Seluruh materi dirancang untuk meningkatkan kesiapan personel dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dalam sambutannya, Kombes Prabowo Santoso menegaskan dinamika keamanan di Riau menunjukkan tren meningkatnya potensi gangguan kamtibmas, mulai dari kejahatan jalanan, kenakalan remaja, hingga aksi premanisme.
Pembentukan Tim RAGA dinilai sebagai langkah strategis untuk menjawab tantangan tersebut.
“Polri tidak hanya menjadi penjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga harus menjadi penggerak perubahan sosial yang positif. Tim RAGA merupakan wujud kehadiran negara dalam melindungi kehidupan sosial masyarakat secara nyata,” tegas Prabowo.
Ia juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara ketegasan dan kebijaksanaan dalam penegakan hukum.
Menurutnya, setiap tindakan personel harus mengedepankan prinsip proporsionalitas serta berorientasi pada perlindungan masyarakat dan pencegahan kerusakan sosial.
Sementara itu, Kombes Indra Duaman menyampaikan pelatihan ini bertujuan memperkuat kesiapan personel dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polda Riau.
Gelombang pertama diikuti 231 personel dan gelombang kedua 244 personel.
“Dengan total 475 personel terlatih, Tim RAGA diharapkan mampu bergerak efektif menekan angka street crime yang meresahkan masyarakat.
Ini merupakan langkah nyata Polda Riau dalam memberikan rasa aman bagi warga,” ujarnya.
Menjelang bulan suci Ramadan, keberadaan Tim RAGA diharapkan memperkuat upaya preventif dan responsif dalam menjaga situasi kamtibmas, khususnya di wilayah Riau dan Kota Pekanbaru. Polisi juga mengimbau masyarakat berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan melaporkan potensi tindak pidana melalui layanan darurat 110 yang tersedia gratis selama 24 jam.
Partisipasi masyarakat melalui pelaporan dini diharapkan dapat mencegah meluasnya gangguan keamanan serta memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan