Minggu, 08 MARET 2026 • 21:40 WIB

IPR Yogyakarta Tetapkan Kriteria Prioritas Peserta Program Balek Besamo 2026 untuk Mahasiswa Riau

Author

IPR Yogyakarta Tetapkan Kriteria Prioritas Peserta Program Balek Besamo 2026 untuk Mahasiswa Riau (ramadhan kurniawan putra)

RIAU - Ikatan Pelajar Riau (IPR) Yogyakarta menetapkan sejumlah kriteria prioritas dalam proses seleksi peserta program mudik gratis Balek Besamo 2026 yang difasilitasi Pemerintah Provinsi Riau. Kebijakan ini dilakukan agar kuota yang tersedia benar-benar dimanfaatkan oleh mahasiswa Riau di perantauan yang paling membutuhkan.

Ketua IPR Yogyakarta, Rafsan Jzani, menjelaskan bahwa panitia telah menyepakati tiga syarat utama bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program tersebut. Kriteria tersebut disusun untuk memastikan peserta yang berangkat tidak hanya membutuhkan bantuan, tetapi juga memiliki kontribusi positif selama menempuh pendidikan di luar daerah.

Menurut Rafsan, prioritas pertama diberikan kepada mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Selanjutnya, kesempatan juga diberikan kepada mahasiswa yang memiliki prestasi dan mampu mengharumkan nama Provinsi Riau di daerah perantauan seperti Yogyakarta, Solo, maupun Malang.

Selain itu, kriteria ketiga ditujukan bagi mahasiswa yang aktif dan memiliki kontribusi besar dalam organisasi daerah di perantauan.

Baca juga: Pemprov Riau Gelar Program Balek Besamo 2026, Sediakan Bus Gratis untuk Mahasiswa di Jawa Pulang Kampung

“Ketiga syarat ini kami buat agar program Balek Besamo bisa tepat sasaran, sehingga peserta yang ikut benar-benar mereka yang membutuhkan dan berkontribusi positif,” ujar Rafsan, Minggu (8/3/2026).

Ia menambahkan, penetapan kriteria tersebut juga bertujuan untuk mencegah terjadinya kericuhan saat proses pendaftaran. Hal ini mengingat jumlah mahasiswa Riau yang berminat mengikuti program mudik gratis ini jauh lebih banyak dibandingkan kuota yang tersedia.

Setelah memenuhi syarat prioritas, calon peserta juga diminta menunjukkan dokumen identitas berupa KTP asal Riau serta kartu tanda mahasiswa (KTM) dari kampus di wilayah Yogyakarta, Solo, atau Malang. Proses finalisasi peserta dijadwalkan akan dilakukan pada 9 Maret 2026.

Di sisi lain, IPR Yogyakarta juga mengatur pembagian kuota kursi agar setiap daerah di Provinsi Riau memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti program tersebut.

Baca juga: Stok BBM di Kepulauan Meranti Dipastikan Aman, Warga Diminta Tidak Panic Buying

Rafsan menjelaskan, sebagian besar kuota diberikan kepada mahasiswa yang berada di Yogyakarta karena kota tersebut menjadi salah satu pusat pendidikan dengan jumlah mahasiswa asal Riau yang cukup besar.

Dalam skema pembagian tersebut, setiap daerah di Riau mendapatkan alokasi sekitar lima kursi. Misalnya, mahasiswa dari Kota Pekanbaru memperoleh lima kursi, begitu pula dengan Kabupaten Siak dan daerah lainnya, hingga total kursi yang dialokasikan bagi mahasiswa di Yogyakarta mencapai 60 orang.

Sementara itu, mahasiswa Riau yang sedang menempuh pendidikan di Kota Solo mendapatkan jatah sebanyak 20 kursi. Adapun mahasiswa yang berada di Malang memperoleh alokasi 10 kursi dari total kuota yang tersedia.

“Dengan sistem pembagian ini kami berharap setiap perwakilan daerah di Riau dapat terakomodasi, sehingga total kuota 90 peserta bisa terpenuhi,” jelasnya.

Rafsan juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Riau atas perhatian yang diberikan kepada mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah. Menurutnya, program Balek Besamo menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap para pelajar Riau di perantauan.

Ia menilai program ini tidak hanya membantu mahasiswa secara finansial, tetapi juga menghadirkan pengalaman kebersamaan yang jarang dirasakan selama menjalani kehidupan sebagai perantau.

“Kesempatan pulang kampung bersama sesama mahasiswa Riau tentu menjadi momen yang sangat berharga bagi kami,” katanya.

Program mudik gratis tersebut juga dinilai sangat membantu mahasiswa yang ingin pulang ke kampung halaman untuk merayakan Idulfitri, namun terkendala biaya perjalanan.

Dengan adanya fasilitas transportasi gratis dari pemerintah daerah, para mahasiswa dapat kembali ke Riau tanpa harus memikirkan biaya perjalanan yang cukup besar.

“Kami sangat bersyukur karena program mudik gratis ini benar-benar membantu mahasiswa yang ingin pulang kampung tetapi terkendala biaya,” tutup Rafsan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU