Sabtu, 06 JUNI 2026 • 13:58 WIB

Karhutla Mengganas di Rohil dan Bengkalis, Satgas Kerahkan Pasukan Tambahan hingga Helikopter Water Bombing

Author

Tim Manggala Agni padamkan Api (Ramadhan Kurniawan putra)

RIAU - Tim gabungan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Riau terus berjuang memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda dua wilayah pesisir secara bersamaan, yakni Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dan Kabupaten Bengkalis.

Kondisi cuaca, minimnya sumber air, serta kencangnya angin menjadi tantangan besar dalam upaya pengendalian api.

Di Kabupaten Rokan Hilir, kebakaran yang terjadi di kawasan Sungai Besar, Kecamatan Pekaitan, menjadi salah satu titik paling krusial.

hingga Jumat (5/6/2026) malam, Tim Manggala Agni dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera masih berjibaku di lapangan untuk melokalisasi pergerakan api yang terus meluas.

Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan bahwa operasi pemadaman di Desa Sungai Besar membutuhkan penanganan ekstra karena keterbatasan sumber air di lokasi.

“Di Sungai Besar Pekaitan, tim Manggala Agni masih berupaya keras melaksanakan penyekatan dan mematikan kepala api.

namun, kendala utama kami di lokasi saat ini adalah minimnya sumber air,” ujar Ferdian saat melaporkan perkembangan operasi pemadaman, Jumat malam.

Untuk mempercepat pengendalian api, Satgas Karhutla menambah kekuatan personel dengan menggeser pasukan dari wilayah lain ke Rokan Hilir.

Langkah ini dilakukan guna memperkuat penyekatan jalur api serta mempercepat proses pemadaman di lapangan.

Ferdian menjelaskan, personel tambahan dari Manggala Agni Daops Pekanbaru telah tiba di Sungai Besar sejak Jumat sore dan dijadwalkan langsung bergabung dalam operasi pemadaman pada Sabtu pagi.

Sementara itu, kondisi kebakaran di Rantau Bais, Kabupaten Rokan Hilir, dilaporkan lebih terkendali. Tim Manggala Agni Daops Dumai saat ini fokus melakukan proses mopping up atau pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa.

“Kondisi Rantau Bais saat ini masih dilakukan mopping up atau pendinginan sisa kebakaran oleh tim Daops Dumai. Langkah ini sangat penting agar bara api di dalam lapisan tanah benar-benar padam dan tidak menyala kembali,” jelasnya.

Di Kabupaten Bengkalis, kebakaran juga terjadi di kawasan Tanjung Kapal, Pulau Rupat. Kondisi di wilayah ini dinilai cukup kritis karena api terus meluas akibat hembusan angin laut yang kencang serta asap pekat yang mengganggu jarak pandang petugas.

Menghadapi situasi tersebut, Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera memperkuat operasi pemadaman dengan mendatangkan bantuan personel Manggala Agni dari luar Provinsi Riau.

Langkah ini dilakukan untuk mencegah api meluas ke kawasan perkebunan masyarakat.
Menurut Ferdian, intensitas kebakaran di Tanjung Kapal meningkat signifikan sejak Jumat siang. Untuk mendukung tim Daops Siak yang telah bekerja di lokasi, bantuan personel dari Jambi dan Muara Tebo turut diterjunkan.

“Melihat situasi yang berkembang, sore tadi tim bantuan dari Kota Jambi dan Muara Tebo sudah merapat di lokasi Tanjung Kapal Rupat. Mereka sudah mendirikan posko dan siap beroperasi penuh melakukan penyerangan api secara total besok pagi,” katanya.

Satgas Karhutla juga menerapkan strategi pemadaman terpadu melalui jalur darat dan udara. Operasi tersebut didukung satu unit helikopter water bombing serta alat berat ekskavator yang digunakan untuk membuat sekat bakar dan menggali embung darurat sebagai sumber air tambahan.

“Alat berat ekskavator terus bergerak membuat sekat bakar serta menggali embung-embung darurat sebagai cadangan air di lokasi. Sinergi ini diperkuat oleh BPBD, TNI, Polri, serta tim pemadam perusahaan PT SRL dan Priatama yang terus bekerja maksimal di lapangan,” pungkas Ferdian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU